Seberkas Cahaya: Mengenang Almarhum Chrisye Lewat Balet di Hari Kasih Sayang

17 February 2015

Tepat pada hari kasih sayang yang jatuh sempurna di malam Minggu, 14 Februari 2015, sebuah pagelaran tari balet hadir di Ballroom 89 Ciputra World Surabaya. Pagelaran Seberkas Cahaya: A Ballet Tribute To Chrisye ini mengkombinasikan indahnya tarian balet dengan lagu-lagu romantis yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye, konsep yang demikian ini termasuk baru dalam dunia pertunjukkan balet di Indonesia. Banyu Wening Production sebagai pengusung gagasan, menyempurnakan pegelaran itu dengan menghadirkan Andien dan Bams sebagai guest star, yang menyanyikan secara langsung beberapa lagu Chrisye untuk mengiringi balerina dan balerino.  

Tarian balet dalam pagelaran ini terbungkus dalam sebuah kisah cinta. Sehingga selain menampilkan gemulai tubuh, para penari balet juga menyuguhkan ekspresi wajah serta gesture yang menjadi pengganti komunikasi verbal untuk menyampaikan pesan dari cerita pagelaran ini.

Balerina & Balerino

Dalam sebuah pertunjukan balet, penari perempuan disebut balerina dan penari laki-laki disebut balerino. Untuk memudahkan membayangkannya, dalam cerita pagelaran ini ada 5 penari utama yang terdiri dari 3 balerina dan 2 balerino. Tanpa ada dialog, pertunjukan balet ini mengisahkan sebuah cerita cinta. Sofia si balerina yang menjadi pemeran utama mempunyai seorang kakak, Sifa dan adik, Safa. Sofia ternyata menarik perhatian Chris yang seharusnya dijodohkan dengan Sifa. Tapi Sofia tidak menyukai Chris, Sofia mencintai Randa, seorang pemuda desa sederhana, konflik itulah yang pada akhirnya memperjelas keindahan ekspresi dan gerakan para Balerina & Balerino…

Sejak jumpa kita pertama ku langsung jatuh cinta…

Alunan musik tanpa lirik mengiringi gerakan cantik 3 balerina bergaun pink, biru, dan kuning. Mereka menari-nari centil sambil sesekali bercermin dengan alunan lagu “Kala Cinta Menggoda”. Bahasa tubuh saling memuji satu sama lain ditunjukkan oleh 3 tokoh utama sedarah itu melalui liukkan gemulai tubuhnya.

Walau ke ujung dunia, pasti akan ku nanti. Meski ke ujung samudra, pasti ku kan menunggu…

Tak lama masuklah sepasang balerina dan balerino berpakaian senada, merah maroon. Mereka menari-nari dengan gerakan serempak seirama diiringi alunan musik dari lagu “Untukku”. Bergantian dengan 3 balerina sebelumnya, panggung telah menyajikan tarian indah dari balerina dan balerino, di mana mereka adalah satu keluarga dalam cerita. Balerina dan balerino berpakaian merah maroon adalah orang tua dari Sofia, Sifa & Safa.

Bagaikan langit berpelangi, terlukis wajah dalam mimpi…

Alunan nada dari lagu “Pelangi” dimainkan, mengiringi kemunculan sepasang balerina dan balerino berpakaian putih glamour serta seorang balerino yang dibalut dengan atasan putih perak, dia adalah Chris, pemuda pilihan orang tua, yang akan dijodohkan dengan Sifa.

Chris menggoda 3 balerina dengan mengajaknya menari. Satu persatu meliukkan tarian balet bersama Chris. Nampak dari Bahasa tubuh Chris menaruh hati pada balerina bergaun pink, yaitu Sofia, namun kedua orang tuanya berniat menjodohkan Chris dengan Sifa, balerina bergaun biru. 

Hati yang berbunga, pada pandangan pertama.

Oh Tuhan tolonglah, aku cinta, ku cinta dia

Panggung telah berganti setting. Kali ini penonton dibawa seolah ada di sebuah kebun yang segar. Balerina dengan kostum bunga berwarna pink, balerina kecil dengan kostum bunga berwarna emas, balerina kupu-kupu dengan kostum berwarna hijau, pink, dan ungu, menari-nari cantik dengan ekspresi ceria, meramaikan isi kebun, saling meliukkan tubuh dengan gerakan baletnya masing-masing, diiringi alunan lagu “Serasa”, dan “Aku Cinta Dia” secara bergantian.

Keceriaan kebun belum berhenti. Masuklah balerina berkostum lebah, balerina cantik berkostum motif anggur, dan disusul oleh kemunculan 2 pasang balerina dan balerino yang ikut menari indah di antara penduduk kebun…Ya, sekarang waktunya panen di kebun anggur.

Alunan musik masih menyiratkan kebahagiaan, lalu masuklah Sofia dan seorang balerino bernama Randa. Mereka menari pas de deux dengan Bahasa tubuh yang sangat romantis. Randa yang berkostum hijau, seolah menunjukkan ekspresi tumbuh ranum cintanya pada Sofia.

Indah cinta berakhir duka, mengalun sunyi dibuai mimpi. Masa remaja penuhlah sudah, menjauh dari angan, merapuh

Tetiba iringan musik mengalun dengan lirik. Sebuah suara sedikit parau tapi tetap merdu menyanyikan setiap bait dari lagu “Gita Cinta”. Bams menyanyi merdu untuk tarian gemulai balerina dan balerino.

Sampai pada akhir lagu, masuklah balerina kecil berbalut kostum putih. Musik mengalun menjadi sendu. Randa mencium kening Sofia dan mereka pun berpelukan. Tak lama musik berganti dengan beat yang cukup cepat. Lalu muncullah orang tua Sofia dengan ekspresi geram seketika memisahkan dua hati yang sedang jatuh cinta, Sofia dan Randa.

Let It Be My Way

Blackout. Dengan dress berwarna peach ala balerina, giliran Andien yang mengejutkan panggung Seberkas Cahaya. Menyanyikan lagu barunya “Let It Be My Way", Andien sukses membuat penonton ikut bernyanyi.

Sebelum menyanyikan lagu selanjutnya, Andien menyempatkan untuk menyapa penonton. Menyanyi di sebuah pertunjukan balet merupakan hal baru bagi Andien. Pas sekali pertunjukan ini digelar saat Valentine Day, Andien pun berucap “Hari ini hari kasih sayang, dan saya tidak menyangka kalau kita merayakannya bersama. Saya persembahkan Kasih Putih”. Usai itu, Andien bersambung menyanyikan lagu “Moving On”.

Aku Jatuh Cinta

Bergantian dengan Andien, Bams masuk dengan jas abu-abunya, melantunkan sebuah lagu dengan sebait lirik …aku jatuh cinta… Itu adalah lagu baru dari Bams.

Di tengah performancenya, Bams bercerita bahwa kaset pertama yang dia beli adalah kaset dari almarhum Chrisye. Sehingga menjadi sebuah kebanggaan bagi Bams, ketika bisa menyanyikan lagu – lagu dari Chrisye di pertunjukan A Ballet Tribute to Chrisye ini. Sedikit harapan Bams diutarakan bahwa semoga balet terus berkembang dan diterima di Indonesia, terutama di Surabaya, selanjutnya Bams pun menyanyikan lagu barunya “Selalu Mencintaimu”.

Dimalam yang sesunyi ini, aku sendiri tiada yang menemani.

Akhirnya kini ku sadari, dia telah pergi tinggalkan diriku

Sunyi dalam sebuah setting kamar, dua balerina menari dengan ekspresi sedih. Seorang balerina bergaun abu-abu dengan rambut terurai adalah Sofia. Sedangkan balerina bergaun hitam putih adalah teman Sofia. Mereka menari atas kesedihan yang dialami Sofia dengan instrumen lagu “Kisah Cintaku”. Ekspresi duka dikemas tetap dalam gemulai tarian balet, semakin lama terasa semakin sendu. Bahkan puncaknya Sofia tetiba berteriak.

Sofia tergeletak sedih di sebuah tempat tidur. Muncul pula Chris yang mencoba membujuk Sofia. Bahasa tubuh Chris seolah ingin menyampaikan sesuatu bahwa dia jatuh hati pada Sofia bukan Sifa. Semakin sendu iringan musik, pertanda kesedihan semakin mendalam. Hingga pada akhirnya Sofia justru jatuh “tidur” dalam waktu yang tidak ditentukan.

Instrumen dari lagu “Kala Surya Tenggelam” semakin membuat suasana dirundung lara. Orang tua Sofia, Sifa, dan Safa turut mengitari Sofia yang terbaring dengan mata terpejam.

Engkau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau mengganti.

Sanggupkah kau memberi, seberkas cahaya

Diumumkanlah sebuah sayembara, siapa yang bisa mendapatkan bunga yang ada di hutan yang dilindungi Peri Lembah, untuk kesembuhan Sofia, maka dia berhak menjadi pendamping Sofia.

Beradu lah Chris dan Randa untuk mendapatkan bunga itu. Panggung membawa ke sebuah setting lembah dengan air terjun dan 5 balerina sebagai peri serta seorang balerino sebagai pemimpin Peri Lembah. Tarian gemulai mereka tetap menggambarkan kesedihan, bahkan semakin membuat merinding suasana.

Musik berubah lebih menghentak, suasana tegang diperkuat dengan pertarungan Chris dan Randa, untuk mengambil bunga di lembah itu. Chris dan Randa saling menunjukkan kekuatan dalam gemulai gerakan balet.

Chris berhasil mendorong Randa jatuh ke jurang dan berhasil mendapatkan bunga. Namun rasa keraguan malah menghantui. Bunga di tangan Chris digenggam erat, sembari berjalan mengitari panggung, sesekali kesedihan mendalam tampak dalam ekspresi Chris .

Muncul kembali Andien dengan membawakan lagu Lilin-lilin Kecil. Dengan longdress keemasan, Andien mengiringi masuknya balerina kecil pembawa lilin yang datang dari bangku penonton. Suasana semakin dibuat merinding, hingga Andien sampai pada bait “Seisi dunia…” maka bangunlah Sofia.

Oh hip hip hura hura, aku suka dia.

Aku jatuh cinta, sungguh suka dia, sungguh cinta dia…

Jelas saja, sesuai dengan sayembara yang diadakan, Chris berhak menikah dengan Sofia. Chris sangat bahagia sebab memang Sofia lah yang sesungguhnya memikat hati Chris. Tarian-tarian penuh bahagia, mulai dari balerina dan balerino penduduk kebun hingga peri serta sanak famili dari Sofia dan Chris.

Yang ditunggu telah datang. Sofia menggandeng Randa. Terkejutlah semua. Namun Chris dan lainnya tak bisa berbuat apa-apa. Sofia menari menjauh dari Chris dan tetap berharap bisa bersanding dengan Randa.

Hingga muncullah pula suara Andien dan Bams dengan lagu Cintaku. “..cinta, akan ku berikan, bagi hatimu yang damai. Cintaku, gelora asmara, seindah lembayung senja…”

Seluruh pemain on stage. Akhir cerita Sofia direstui dengan Randa, sedangkan Chris harus berbesar hati dan mencoba mencintai Sifa.

Engkau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau mengganti.

Sanggupkah kau memberi, seberkas cahaya.

Engkau lilin-lilin kecil, sanggupkah kau berpijar.

Sanggupkah kau menyengat, seisi dunia 

***

Seberkas Cahaya: A Ballet Tribute To Chrisye kali diproduseri oleh Ella Meigita dan disutradarai oleh Jasin Dionisius. Sedangkan penari baletnya merupakan penari-penari dari Marlupi Dance Academy, Cicilia Ballet, dan Center Point Ballet. Di bawa oleh usaha keras mereka akhirnya menghasilkan sebuah mahakarya yang telah disetujui oleh pihak keluarga almarhum Chrisye.

Melalui pagelaran ini tersirat sebuah pesan bawa sebesar apa pun masalah pasti akan ada seberkas cahaya harapan.

 

Naskah: Istiqomah/Ulin Rostiti

Foto: Nadia Maya