MOCCA: Kembali Pulang ke Rumah

17 April 2015

“Kita seperti nampak tilas. Dulu Mocca keluar kota pertama kali ialah ke Surabaya. Sekarang setelah lama vakum, konser kedua Home justru di Surabaya. Jalannya mengulang lagi kayak dulu,” ujar Indra Massad.

Mocca datang membawa berita bahagia untuk para penggemarnya. Setelah album Colours diluncurkan pada 2007, akhirnya Mocca mengeluarkan album baru bertajuk Home pada 9 Januari 2015. Konser peluncuran pertama diadakan di kota kelahirannya, Bandung, dan siapa sangka Surabaya menjadi kota kedua Mocca menggaungkan kembali energinya. Pada konser di Surabaya ini dengan energik Mocca membawakan 20 lagu, yang sebagian besar terdiri dari lagu-lagu di album baru dan sisanya diambil dari lagu-lagu hits album-album sebelumnya.

Bercerita mengenai album Home, Mocca setuju ini album yang berbeda dengan album lainnya. Proses pembuatan album Home terbilang unik. Perencanaan album ini dilakukan di 2 negara dan 3 kota, sebab Arina Ephipania sudah resmi tinggal di Amerika Serikat bersama suami. 3 personil lainnya, Riko, Toma, Indra, mengumpulkan materi baru dan akhirnya memutuskan untuk membuat album. Proses audio vokal dilakukan di Amerika dan musiknya dilakukan di Indonesia. “Beberapa kali revisi memang. Karena kita gak ketemu langsung jadi sering salah persepsi, tapi akhirnya selesai juga,” ujar Arina sang vokalis. Nama Home sendiri diambil ternyata bukan hanya karena Arina rindu Indonesia, tapi juga karena di sisi lain Mocca sebenarnya lebih mengarahkan pandangannya ke kota Bandung. “Mocca itu lahirnya dari kota Bandung, tapi lucunya sekarang semua pernolisnya tidak lagi tinggal di Bandung. Kita semua lebih kangen Bandung,” ujar Indra.

Masih mengupas tentang berbeda-nya album Home ini dibandingkan dengan album lainnya. “Kita tampil beda mulai dari esensi, proses pembuatan, dan juga konsepnya. Bahkan banyak lagu mellow sekarang, eits... tapi jangan nangis ya,” ujar Toma sembari bergurau. Mocca dulunya terkenal dengan gaya vintage dan retro, sekarang juga ingin menampilkan sisi modern dalam album keempatnya ini. Hometidak hanya menjadinama albumsaja, kemasan CD-nyapun dapat dibentuk menjadi sebuah rumah “Home”. Gambar pada kemasan albumnya juga dibuat benar-benar “hidup” melalui aplikasi Augmented Reality, yang bisa diunduh di gadget bersistem Android atau iOS. Setelah diaktifkan, aplikasi itu akan berkombinasi dengan sistem kamera gadget, saat kamera disorotkan pada kemasan albumnya, secara otomatis gambar yang tampak akan di-scan dan memunculkan efek pada layar gadget seolah gambar keluar dari kemasannya. “Ini untuk hiburan aja, untuk senang-senang, biar tampil beda,” ujar Toma saat menampilkan gambar tersebut.

Album ini memang sudah dibocorkan dari beberapa bulan silam. Saat Bandung berusia 204 tahun, Mocca juga diminta khusus oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil untuk membuat lagu mengenai kota kembang. Akhirnya Mocca mengeluarkan single Bandung, yang juga menjadi salah satu singlenya di album Home, pas!!Ketika Bandung juga mengerucut pada rumah yang sebenarnya bagi Mocca.

Mocca bangkit lagi berkat adanya Swinging Friends. Waktu Mocca menyatakan vakum, disisi berbeda Swinging Friends berkembang pesat. Pertumbuhan Swinging Friends yang cepat dan banyak membuat Mocca merasa aneh dan merasa harus memberikan dedikasi lebih pada para penggemarnya itu. Apalagi kalau di Bandung, Swinging Friends sampai membuka kelas Mocca, mereka berkumpul, membawakan lagu-lagu Mocca,ditambah lagi ada pula yang mengaransemen ulang lagu-lagu Mocca. Melihat fenomena tersebut, Mocca di konser Home 9 Januari 2015 lalu mengajak mereka untuk tampil. “Itu semacam graduation dan dedikasi kami untuk Swinging Friends, jadi kita ngerasa lagu Mocca tidak cuma punya kita berempat ” ujar Riko.

Mocca mengungkapkan melalui album Home ini hanya ingin bersenang-senang dengan teman dekat juga bergerak bersama sebagai satu keluarga besar. Album Home juga menjadi satu bukti bahwa ternyata Mocca masih bisa melewati batasan-batasan, termasuk jarak yang memisahkan mereka semua. “Berada di keluarga besar Mocca ini sangat menyenangkan. Itu juga dapat menyeimbangkan hidup kita, dari yang sumpek ngerjain apa, setelah ketemu Mocca jadi bisa ketawa terus. Itu jadi makanan untuk jiwa kita,” ujar Arina.

Banyak yang heran mengenai munculnya album Home, karena jarak dari album ini dan sebelumnya terlampau jauh. Seluruh personil Mocca mengaku ini karena dinamika kesibukan personilnya, ditambah lagi Arina yang hijrah ke negeri Paman Sam. “Adanya album Home ini untuk saya pribadi adalah sebuah keajaiban, seperti mimpi. Kami nggak tau kalau kami bisa buat album lagi atau tidak, melihat keadaan seperti ini. Tapi ternyata itu terjadi juga. Itu bukti 16 tahun kami wara-wiri dan kami bisa bertahan di dunia musik Indonesia,” ujar Arina dengan senyum.

 

 

 

Naskah: Virgina Purnama Sanni/Ulin Rostiti

Foto: Virgina Purnama Sanni