Bonita & The Hus Band #BeNiceToEachOtherTour Chapter 3 : Antara Musik, Perjalanan, dan Small Miracles

27 April 2015

Ada Pesan Untukmubahwa jika ingin merasakan adanya Small Miracles lakukan saja apa yang ingin dilakukan, just Do What You Gotta Do.

Dalam sebaris kalimat di atas terdapat tiga judul lagu Bonita and The Hus Band, sebuah band asal Jakarta, yang beranggotakan Bonita pada vokal & tamborin, Petrus Briyanto Adi  gitar & vokal, Bharata Eli Gulo pada perkusi & vokal, dan Jimmy Tobing pada saksofon.

Bonita & the Hus Band mengawali sesi #NyanyianMerdeka dengan membawakan lagu berjudul “Pesan Untukmu”. Lagu yang menjadi teaser pertama dari album “Small Miracles” tersebut mulanya berjudul Pesan Untuk Pram. Pram adalah buah hati Bonita dan Adoy. Saat melakukan tur #BeNiceToEachOtherTour di Malang dan Surabaya, Pram tak ketinggalan untuk ikut serta. Bahkan saat live talkshow di #OmahDewe Hall Merdeka FM, si kecil Pram nampak sangat menikmati rangkaian perjalanan tur Bonita and The Hus Band. Tak ada raut lelah apalagi rewel, Pram justru asyik bermain sendiri dengan gelas air kemasan kosong sambil berceloteh dengan bahasa Inggris. Sempat juga Pram mengangguk-angguk saat Bonita and The Hus Band menyanyikan lagu-lagunya. Sepertinya dia menikmati. Tapi karena Adoy tidak ingin terlalu memberatkan nama Pram dalam lagunya, maka judul lagu Pesan Untuk Pram diganti dengan Pesan Untukmu. Selain itu agar terdengar lebih universal. Banyak yang mengira lagu Pesan Untukmu adalah single pertama Bonita and The Hus Band. Namun sebenarnya Pesan Untukmu hanyalah teaser sebelum akhirnya rilis single dan album pertama, Small Miracles.

Menu kedua lagu Bonita and The Hus Band yang mulai sering diperdengarkan di radio-radio berjudul Small Miracles. Terdapat tujuan sederhana dalam lagunya. Hanya ingin menggiring penikmat lagunya menemukan bahwa keajaiban itu tidak selalu datang dari hal yang besar. Atas dasar ini pula, konsep video klip Small Miracles juga ingin menampilkan ‘keajaiban-keajaiban kecil’, melalui angguk-anggukan kepalanya, melalui senyumnya, ekspresi menikmati musiknya, atau melalui acungan jempolnya. Bonita and The Hus Band turun langsung di tempat-tempat umum, seperti terminal untuk memperdengarkan kepada orang-orang asing lagu Small Miracles. Dari situ mereka menjumpai banyak ekspresi yang mereka sebut keajaiban sederhana. Padahal, sudah jadi rahasia umum bahwa menjadi orang asing yang meminta waktu orang lain untuk melakukan sesuatu bukanlah hal yang mudah—terutama di Jakarta, yang ada kita malah dicurigai akan berbuat jahat. Tapi nyatanya, miraculously, musik bisa menjadikan yang semula asing menjadi akrab.

Bonita and The Hus Band tidak patah arang untuk menyebarkan keajaiban sederhana. Lewat single keduanya Do What You Gotta Do, tersirat sebuah pesan untuk tidak terlalu terlena dengan kejayaan yang pernah dicapai di masa lampau. Bahwa terlalu terpaku dengan masa lalu akan membuat ragu untuk melakukan apa yang bisa dikerjakan sekarang. Dalam video klip Do What You Gotta Do, lagi-lagi Bonita and The Hus Band menampilkan live performancenya. Sebab memang itu yang jadi kekuatan dari Bonita and The Hus Band. Selain itu dalam video klip Do What You Gotta Do juga menggunakan teknik cinemagraphs, di mana dalam satu frame ada bagian yang freeze ada juga yang bergerak. Bukan tanpa arti, teknik cinemagraphs dimunculkan untuk memvisualisasikan pemikiran yang bingung harus mengambil keputusan untuk melakukan apa.

Namun sesuai dengan makna di balik lagu Do What You Gotta Do, nampaknya Bonita and The Hus Band memang tak pernah terpaku pada satu waktu. Saat ini mereka dengan mantap ingin memerkenalkan karya musik mereka kepada orang-orang baru. Melalui tur bertajuk #BeNiceToEachOtherTour , Bonita and The Hus Band telah menjajaki beberapa kota. Salah satunya Surabaya. Lagi-lagi bukan tanpa makna mereka melakukan tur. Kekuatan live performance dijadikan bumbu percaya diri yang diramu dalam rangkaian penciptaan dan pengenalan karyanya. #BeNiceToEachOtherTour tak sekedar menjadi ajang promosi melainkan juga sebagai langkah untuk saling berkenalan, lalu mengajak siapapun untuk nice to each other.  

 

 

 

Naskah: Istiqomah/Nadia Maya

Foto: Nadia Maya