Peringati Hari Anti Sampah Plastik Sedunia, Kibarkan ASEAN Reusable Bag Campaign: "Zero Plastic Bag Day, Zero Plastic Everyday"

04 July 2015

3 Juli kita peringati sebagai Hari Anti Sampah Plastik Sedunia. Seperti yang sudah sering digaungkan selama ini, sampah plastik memang menjadi salah satu penyebab terbesar pencemaran lingkungan. Indonesia sendiri tercatat menghasilkan sekitar 25.000 ton sampah plastik per hari. Penggunaan plastik disini biasanya berwujud tas belanja, pembungkus makanan, maupun kemasan produk, dan semua itu bersifat sekali pakai langsung buang. Keresahan akan semakin banyaknya sampah plastik yang susah diurai ini memicu munculnya banyak gerakan anti penggunaan plastik. Program 3 R atau Reduce, Reuse, dan Recycle pun sering digaungkan sebagai bagian dari kampanyestop penambahan sampah plastik.

Sayangnya kampanye 3 R pun masih belum begitu disiplin penerapannya di masyarakat. Sehingga atas dasar keresahan ini muncul sebuah inisiatif dari seorang mahasiswa IPB yang juga pemenang Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) bernama Ranitya Nurlita. Mengusung proyek bernama ASEAN Reusable Bag Campaign, Ranitya menggagas sebuah gerakan yang konsep dasarnya sebenarnya sangat sederhana, yaitu mengajak masyarakat untuk menggunakan tas multiguna yang bisa dipakai berkali-kali, sebagai ganti dari tas plastik. Reusable bag yang dibuat Ranitya khusus untuk proyek ini sendiri memiliki desain foldable (bisa dilipat hingga menjadi kemasan kecil), sehingga terasa praktis namun tetap memiliki desain yang asik untuk dipakai jalan-jalan. Kampanye penggunaan reusable bag sendiri sebenarnya sudah banyak dilakukan, tapi gerakan yang diusung Ranitya ini bisa dibilang ‘lebih disiplin’ karena selain edukasi dan sosialisasi Ranitya dan kawan-kawan juga terus menggalakkan penerapannya dalam hidup sehari-hari.

Berkaitan dengan hal tersebut, pada 1 Juli 2015, diadakan sebuah acara A Presentation and Declaration for International Plastic Bag Free Day. Acara yang digelar di Jakarta dan Surabaya ini diikuti oleh pemuda-pemudi yang peduli dengan lingkungan untuk mendengarkan pemaparan ASEAN Reusable Bag Campaign mengenai proyek mereka yang telah berjalan di berbagai negara di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Filiphina, dan Indonesia sendiri. Dari presentasi ASEAN Reusable Bag Campaign di masing-masing negara tersebut, kita jadi tahu bahwa Indonesia sudah sangat mengusahakan penggunaan tas pakai ulang melalui bebagai acara, seperti Green Festival di Aceh dan Tumblr Day di Bogor. Sedangkan di Malaysia, gerakan tanpa plastik seminggu sekali dan pelarangan penggunaan tas plastik di supermarket dan kampus sangat disambut antusias oleh masyarakat setempat. Tak mau kalah, Filipina pun juga aktif menyuarakan kampanye zero-plastic ini dengan aktivitasnya yang sampai menggandeng transportation icon, kampus, dan komunitas di sana.

Selain presentasi, dilangsungkan pula pembacaan deklarasi serentak tentang kesediaan untuk mengurangi penggunaan plastik dan mengganti penggunaan plastik dengan reusable bag demi terciptanya bumi yang aman untuk generasi mendatang.

Peserta acara A Presentation and Declaration for International Plastic Bag Free Day yang ada di Surabaya, tepatnya di U.S. Consulate Surabaya, mengikuti serangkaian presentasi dan deklarasi hijau ini melalui sebuah teleconference video dengan acara yang sama yang berlangsung di @America, pusat kebudayaan Amerika Serikat yang berada di Jakarta. Meskipun tidak bertatap muka langsung dengan para pembicara, nampak antusiasme pemuda di Surabaya untuk turut bergerak dalam kampanye anti sampah plastik ini.

Tidak hanya pemaparan tentang realisasi kampanye penggunaan tas pakai ulang di berbagai negara ASEAN, A Presentation and Declaration for International Plastic Bag Free Day juga menghadirkan Robert O. Blake sebagai Duta Besar Amerika untuk Indonesia, Bapak Sudirman selaku Direktur Pengelolaan Sampah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Anti Plastic Hero,Bye Bye Plastic Bag Bali yang diinisiasi oleh gadis berumur 14 tahun, serta Greenaration Indonesia.

Di Indonesia sendiri, kampanye anti sampah plastik yang diusung ASEAN Reusable Bag Campaign ini berlangsung di 18 kota, bekerjasama dengan HiLo Green Community yang tersebar di masing-masing kota tersebut. Dari pihak pemerintah sendiri sangat mendukung adanya gerakan ini, karena sejalan dengan misi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal pengelolaan sampah yaitu merubah prinsip pengelolaannya dari “kumpul-angkut-buang” ke “pengurangan dari sumbernya”. Sehubungan dengan sampah tas plastik yang membludak, saat ini pemerintah sedang mengatur regulasi pelarangan penggunaan kantong plastik. Meski itu bukan hal yang mudah dan harus dilakukan secara bertahap, tapi hal itu telah dimulai dengan cara melarang perusahaaan-perusahaan ritel (supermarket, minimarket, dsb.) untuk memberikan tas plastik secara cuma-cuma. Langkah tersebut sedikit demi sedikit diharapkan dapat mendidik masyarakat, sehingga pada akhirnya dapat terwujud target Indonesia Bersih Sampah 2020.

 

Naskah : Isti Salamah/Nadia Maya

Foto : Nadia Maya