Sarapan Inspiratif bersama Marcell Siahaan di Merdeka FM

10 September 2015

“Kalau dulu kan kita nunggu bola dan ada masanya kita mengejar bola. Kalau sekarang tidak, kita yang bikin bola dan kita tendang-tendangin sendiri supaya orang “terganggu” dan bikin bolanya bukan satu, tapi banyak!”

Marcell Siahaan, 2015

           

Kantor Merdeka FM memang dihuni oleh mayoritas perempuan, namun Selasa, 25 Agustus 2015 jumlah perempuan begitu membludak mengisi di setiap sisi. Apalagi sorak sorainya terdengar nyaring ketika sudah datang sang idola, Marcell Siahaan. Acara Sarapan bareng Marcell dikemas dengan apik, di sisi lain ada talk show yang dilakukan, dan fans – Teman Marcel – berkesempatandapat berinteraksi lebih dekat dengan idolanya. Ini merupakan pengalaman yang tidak mudah untuk diulang kembali.

            Marcell Siahaan adalah seorang penyanyi berkepala plontos, setiap lagu sendunya bisa menarik hati perempuan manapun. Lucunya ketika tim Merdeka FM sudah menyediakan sofa untuk acara talk show, Marcell lebih memilih untuk duduk santai di lantai beralas karpet bersama Teman-Teman Marcell yang telah hadir dengan perjuangan, diantara mereka tidak sedikit yang sengaja ijin kantor demi sang idola. Sembari melahap sate klopo, Marcell-pun menjawab pertanyaan para penggemarnya satu per satu.

            Marcell menuturkan bagaimana pandangannya terhadap para Teman Marcell, yang dalam bayangannya ialah mereka-mereka yang mengerti dan menerima Marcell apa adanya. “Ada teman-teman saya yang kadang-kadang menjadi aktivis sosial media, mereka rela terlihat bukan diri mereka demi followers. Ada beberapa yang lebih mementingkan kuantitas dilihat dari berapa juta followersnya. Kalau saya, lebih suka dengan kualitas dan saya bangga bisa bertemu kalian pagi ini,” tandasnya. Bagi Marcell, lebih nyaman dengan kedekatan yang muncul apa adanya, karena kedekatan itulah yang akhirnya menciptakan sebuah pertemanan yang tidak biasa. “Walaupun kita dekat oleh sosial media dan terpisah jarak dan waktu, tapi kita punya pemahaman yang sama dan kalian nangkap saya ingin ciptakan pertemanan yang kualitas. Tidak apa-apa followers saya cuma lima ribu, tapi saya yakin lima ribu inilah yang mengerti saya,” imbuhnya.

            Seorang Teman Marcell – Ika dari Sidoarjo bertanya mengenai gaya penampilan Marcell terutama soal rambut yang kian pelontos. Santai, ringan, dan penuh canda, ia menjawabnya lebih nyaman dan sederhana. Selain panas bumi yang kian memuncak, ternyata ia bukanlah tipikal orang yang praktis soal rambut panjang. Ia memilih untuk keluar dari keribetan berambut panjang, “ampun deh kalau diminta merawat rambut,” ujarnya sembari dijawab oleh gelak tawa.

            Ternyata, seorang Marcell Siahaan pernah mengalami suatu kejadian yang lucu. Ketika ia diundang untuk menyanyi di Kuala Lumpur. Kepala sponsor utama disana pernah menyebutnya dengan sapaan “Glenn”, yang merujuk pada musisi Glenn Fredlly. Marcell dengan jeli dapat mengambil sebuah benang merah dari kejadian tersebut. Dalam urusan ketenaran, tidak usah terlalu bak orang besar, merasa punya nama besar, karena setiap proses bagi Marcell semuanya akan kembali dari nol lagi.

            Hal menarik yang bisa dikulik dari kehidupan seorang Marcell Siahaan ialah permasalahan lika-liku kehidupan keluarganya. Sebelum dengan Rima Melati Adams, ia pernah menikah dengan Dewi Lestari dan terciptalah buah hati bernama Keenan. Begitu pula dengan Rima Melati, sebelum menikah dengan Marcell, ia juga memiliki seorang anak bernama Edga dari suami terdahulu. Disaat perpisahan biasanya menjadi tombak gontok-gontokan hak waris dan hak asuh anak, mereka justru tidak menganggap itu penting. Antara Marcell, Rima Melati, dan pasangan mereka terdahulu memiliki hubungan yang sangat baik. Bahkan mereka memiliki group chat dengan nama masing-masing anaknya. Cerita ini yang membuat Teman Marcel terdiam haru, hanya bisa tersenyum, dan terbesit keinginan untk menjadi bagian dari keluarga mereka. “Saya percaya tidak ada yang namanya keluarga broken home. Secara fisik memang terlihat ada, ayah dan ibu kandungnya tidak tinggal bersama. Namun kalau secara konsep itu tidak ada. Anggap saja kita memiliki keluarga yang besar,” ujar Marcell.

            Marcell memiliki keinginan menjadi seorang Entertaiment Lawyer, didasari keinginan membantu teman-teman sesama artis untuk mencari jalan tengah dari permasalahan seputar industri kreatif yang ditemui. Tapi nampaknya, Marcell merasa masih harus kerja ekstra keras karena tidak sedikit artis yang skeptis dengan fenomena itu. Marcell masih mencari jalan melalui berbagai pendekatan yang tidak terkesan menggurui.

            Totalitas Marcell Siahaan dalam dunia musik terbukti adanya dengan peluncuran album keenam “Jadi Milikku”, selain itu Marcell juga memiliki project lain yakni menjadi Drummer dari group band Konspirasi dan menjadi vokalisdi Juggernaut. Project terbaru yang baru saja diselesaikan bersamaJuggernaut adalah mengaransemen ulang lagu Halo-Halo Bandung dalam album kompilasi “The Harmony Of Ismail Marzuki”, album yang didedikasikan untuk mengenang sang maestro Ismail Marzuki.

            Menjelang akhir acara Sarapan bersama Marcell di Hall Merdeka FM, ia menyanyikan sebuah lagu dari album yang baru di launching penjualannya melalui outlet-outlet KFC di seluruh Indonesia, berjudul Cinta Mati. Penjiwaan Marcell membuat seisi ruangan tersebut hening dan hanya terdengar helaan nafas yang panjang. Marcell sangat menjiwai lagunya, hingga Teman-Teman Marcell juga jadi bisa merasakan pesan yang ingin disampaikan. Di akhir kata Marcell titip pesan, “Konsistensi adalah kunci dari semuanya dan itu memang susah. Jangan pernah melawan arus, lebih baik diikuti saja tapi pastikan kepala kamu tidak tenggelam”. 

 

 

Naskah : Virgina Sanni/Ulin Rostiti

Foto : Virgina Sanni