Terpesona Konser 20 Tahun Glenn Fredly di Surabaya

19 December 2015

Tidak ada cahaya, gelap, hanya suara berbisik yang harap cemas menanti Sang Bintang muncul diatas pentas. Tiba-tiba muncullah video, sebuah perjalanan seseorang yang diabadikan dari kecil hingga ia dapat menggelar sebuah konser dengan tajuk 20 tahun berkarya. Penonton masih tak ada yang berani berisik, sampai suatu ketika muncullah Glenn Fredly, bintangnya malam itu, dan juga the Bakuucakar diatas panggung. Gaung ruangan kala itu sangat gemuruh, ada penonton yang berteriak histeris sembari berdiri, ada yang terus menyebut kata “i love you, Glenn”, bahkan ada juga yang duduk dengan tenang tapi dari sorot matanya nampak berbinar riang. Glenn menyapa penonton Surabaya dengan lagu pembuka You’re My Everything.

Glenn Fredly adalah salah satu musisi yang konsisten memberikan musik-musik “berisi”. Apalagi kalau sudah bicara lagu yang bertemakan percintaan, seperti sudah menjadi ciri khas dari seorang Glenn Fredly. Selain itu, single-single Glenn juga sukses di telinga pendengarnya. Banyak single-single populer yang lahir darinya, mulai dari Januari, Akhir Cerita Cinta, Terpesona, sampai dengan Sekali Ini Saja. 20 tahun Glenn Fredly berkarya di panggung industri musik Indonesia membuatnya sadar harus memberikan “sesuatu” kepada tempatnya berkarir. Sudah lama konser ini direncanakan bahkan sudah banyak tantangan yang dilalui, mulai dari jarang pulang ke rumah hingga penat karena setiap hari tantangan selalu ada. Namun, akhirnya diluncurkanlah sebuah konser 20 tahun Glenn berkarya dan bertepatan di 20 kota Se-Indonesia. Sabtu, 12 Desember 2015 Surabaya menjadi saksi sejarah perjalan Glenn, sebab kota pahlawan ini menjadi kota ke 17 yang disinggahi dan bagi Glenn Surabaya juga menjadi parameter dalam industri musik di tanah air.

Panggung Surabaya benar-benar “menggemparkan”, mulanya banyak penonton yang hanya diam di tempat duduk masing-masing sembari bernyanyi. Namun pada akhirnya, penikmat Glenn mulai “liar” dan berlari kebibir panggung. Kejadian itu terjadi tepat ketika Glenn Fredly menyanyikan lagu “Sekali Ini Saja”, bagi saya itu adalah lagu tersendu dan “ternyelekit” . Ibarat memohon untuk diberikan waktu sedetik demi menjelaskan sesuatu yang belum usai. Ah... itu benar-benar menancap di hati siapa pun yang mendengarkan. Tak hanya saya, semua penonton juga terlarut dalam rasa yang sama dengan lagu itu. Di mula Glenn Fredly sudah berbicara bahwa malam ini ia dan the Bakuucakar akan mengajak seluruh penonton bernostalgia atau “bernostalgila” dengan semua singlenya yang mungkin adalah soundtrack kehidupan dari penonton yang datang. Selain Glenn, teman-teman dari the Bakuucakar juga bermain musik dengan semangat. Bahkan banyak “atraksi” yang disajikan di atas panggung.

Jika dibandingkan dengan musisi lainnya, harga tiket masuk dari konser Glenn terbilang terjangkau untuk warga kota Surabaya dan sekitarnya. Selain itu, ada hal menarik ketika menghadiri konser musik yang berbayar, penonton dan penyaji selalu mendapatkan sesuatu yang “lebih” dari sebuah pertunjukan. Contohnya dari penonton, mendapatkan sesuatu yang tidak umun, cerita-cerita dipanggung yang atraktif, bahkan sampai jumlah banyaknya lagu yang disajikan. Jika dilihat dari sisi musisi, pengalaman apresiatif dari penonton adalah sesuatu yang penting. Penyaji memiliki tanggung jawab lebih untuk memberikan sesuatu yang berbeda dalam konser. Adanya budaya konser berbayar, kini memang perlu digalakan, agar budaya “gratisan” tidak melulu dilanggengkan. Namun bukan berarti “gratisan” itu tidak berkualitas, hanya saja jika bicara produksi dan industri, yang berbayar memang perlu untuk melanggengkan dan mengembangkan industri musik di Indonesia. Ramainya penonton yang hadir malam itu, melegakan karena semakin banyak yang sadar untuk sama-sama memajukan musisi-musisi lokal di Indoonesia.

Semangat dan suasana meriah konser Glenn Fredly di Surabaya tidak hanya di atas panggung saja, melainkan ada satu kegiatan yang dibuat oleh Glenn Fredly dan the Bakuucakar. Sehari sebelum konser digelar, Glenn mendatangi SMK Negeri 12 Surabaya. Mungkin nama sekolah itu belum banyak ada yang tau, namun percayalah potensi siswa-siswanya sungguh harus untuk anda ketahui. Glenn dan the Bakuucakar mengaku ini adalah pertama kalinya ia mengunjungi sekolah dan langsung terkesima dengan bakat-bakat yang dimiliki siswa-siswa SMK Negeri 12 Surabaya. Bahkan Glenn sendiri mengakui, jika dulu ia bersekolah ditempat ini mungkin dia adalah salah satu siswa yang tidak pernah pulang ke rumah. Hal yang membuat Glenn dan the Bakuucakar sangat mengapresiasi SMK Negeri 12 adalah bahwa sekolah seperti ini hanya ada 7 di Indonesia dan sekolah ini menjadi rujukan dari yang lainnya. Saking kagumnya, Glenn dan the Bakuucakar pun memutuskan untuk berkeliling sekolah.

Para siswa-siswi di SMK 12 Surabaya juga menyambut hangat musisi-musisi yang datang ke sekolahnya. Bahkan ada yang langsung bertanya bagaimana tips untuk bermain musik dan minta diajarkan. Glenn pun akhirnya bersemangat sekali, selama 20 tahun berkarya di industri musik baru kali ini ia berkunjung ke sekolah yang benar-benar “asyik” dalam pembelajarannya. Guru-gurunya pun juga mendukung kegiatan-kegiatan anak didiknya. Glenn dan teman-teman the Bakuucakar benar-benar dibuat terkesima.

Bicara soal kekinian dan anak muda, terdapat satu hal yang sekarang dijunjung tinggi yaitu “passion”. Bagaimana anak muda sekarang sudah memiliki cita-cita yang sesuai dengan minat dan idealisme. Lewat Glenn Fredly dan the Bakuucakar ada semangat untuk tetap berjuang di bidang yang menjadi passion masing-masing. Musisi-musisi ini membuat yang muda berpikir kembali bahwa ternyata bekerja itu tidak hanya duduk di meja kantor, bahwa passion juga masih dapat menghidupi siapa pun. Apalagi melihat industri kreatif yang semakin berkembang di Indonesia. Hanya saja memang harus banyak membahu agar menyadarkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk lebih maju lagi dari sisi seni budaya serta industri kreatifnya.

Teks : Virgina Sanni

Foto : Nadia Maya Ardiani