Bangladesh Akan Relokasi 100 Ribu Rohingya ke Pulau Terpencil

05 April 2018

Jakarta, CNN Indonesia -- Bangladesh akan mulai memindahkan sekitar 100 ribu pengungsi Rohingya ke Thengar Car, pulau terpencil di pesisir selatan negaranya pada Juni mendatang.

"Proses akan dimulai pada pekan pertama Juni. Kami membangun akomodasi untuk 100 ribu orang," ujar Menteri Manajemen Bencana Bangladesh, Shah Kamal, kepada perwakilan sejumlah badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Rabu (4/4).

Kamal mengatakan bahwa saat ini Bangladesh sudah membangun tempat tinggal yang dapat menampung 50 ribu pengungsi, sisanya akan dirampungkan dalam waktu dua bulan ke depan.

Ia juga memastikan Bangladesh bakal meninggikan tanah di pulau tersebut untuk menghindari banjir.

Rencana relokasi yang sebenarnya sudah diajukan sejak 2015 ini sempat tertunda karena banyak kritik, terutama mengenai kelayakan pulau tersebut.


Pulau Thengar Car pertama kali muncul ke permukaan air di lepas pantai Bangladesh sekitar 12 tahun lalu. Daratan ini biasanya terendam banjir pada Juni hingga September. 

Ketika air tenang, pulau ini kerap digunakan para pembajak untuk menyandera orang demi mendapatkan tebusan.

Bangladesh kembali mengajukan usulan ini tahun lalu, setelah gelombang pengungsi Rohingya yang menghindari kekerasan di Rakhine membanjiri negara itu sejak Agustus.

Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bangladesh sudah menampung 700 ribu pengungsi Rohingya hanya dari gelombang kekerasan terakhir ini.

Pada November, Bangladesh pun mengalokasikan dana sekitar US$280 juta untuk membangun pulau tersebut.

Awalnya, Bangladesh menargetkan relokasi dimulai pada akhir tahun ini, tapi proses ini dipercepat karena PBB khawatir kamp pengungsi di Bangladesh tersapu banjir saat angin muson bertiup pada pertengahan 2018.