Miras Oplosan Tewaskan 28 Orang, Razia Digelar di Dua Wilayah

05 April 2018

Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian wilayah Jakarta Timur dan Bekasi menggelar razia ke sejumlah tempat penjualan minuman keras oplosan. Hal itu dilakukan selepas peristiwa tewasnya 28 orang usai mengkonsumsi miras oplosan di sejumlah wilayah seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, dan Depok. 

Kabag Humas Polres Bekasi Komisaris Erna Ruswing mengatakan razia di Bekasi dilakukan di tiga kawasan berbeda, yakni Pondok Gede, Jatiasih dan Bekasi Selatan. Meski demikian dia belum dapat memaparkan secara rinci berapa banyak miras oplosan telah disita.

"Kami razia ke tiga wilayah Jatiasih, Pondok Gede dan Selatan buat pengoplosan. Saat ini masih kami data berapa banyak yang kami dapatkan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).

Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Tony Surya Putra mengatakan juga telah menggelar razia miras di seluruh wilayah hukumnya.

"Iya kami razia ini tapi sedang saya catat yang pasti kami sudah lakukan razia ke seluruh Jakarta Timur," ujar Tony.

Sebanyak 28 jiwa tewas usai menenggak minuman keras oplosan. Puluhan jiwa tersebut merupakan total sementara dari di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok dan Bekasi.

Dari data yang dihimpun, Rabu (4/4), delapan orang yang tewas di Jakarta Selatan, yakni W (32), AL (39), YH (32), FS (38) S (29), M (50), S (40), dan F (32). Kedelapan orang tersebut membeli miras oplosan di warung milik RS yang berada di Jalan Komjen Pol M Jasin, Srengseng Sawah.

Sedangkan sepuluh orang lain yang tewas di Jakarta Timur, yakni HD (19), R (39), DK (21), RP (28), AR (21), Y , FF, EY (56), dan AH (27). 

Sedangkan dari delapan orang yang tewas di Depok, enam di antaranya membeli minuman keras di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Mereka adalah M, A, A, I, H (26), dan MS (18). Sedangkan dua lainnya berinisial A (50) dan D (31) diketahui membeli miras di kawasan Pancoran Mas.

Sementara di Pondok Gede terdapat dua korban tewas yakni berinisial MR (20) dan A (32).