Kesalahan Terbesar Yang Ditulis oleh Pelamar Kerja

16 November 2017

Sudah bukan rahasia bahwa melamar pekerjaan bukanlah hal mudah.

Ahli yang sudah membaca lebih dari 300.000 resume mengatakan inilah kesalahan terbesar yang ditulis oleh pelamar.

Apakah Anda pernah mengalami ditolak oleh berbagai perusahaan? Apakah hingga saat ini Anda belum mendapatkan pekerjaan?

Bisa jadi kesalahan terletak pada resume, bukan Anda. Ada begitu banyak hal yang bisa membuat perusahaan ogah memanggil pelamar dengan kriteria tertentu.

Tiga ahli diwawancarai untuk memberitahu kesalahan paling fatal seperti apakah yang membuat perusaah enggan memanggil pelamar.

Ahli tersebut adalah Tina Nicolai, founder dari Resume Writers, Lisa Rangel, managing director dari Chameleon Resume, dan Amy Adler, CEO dari Five Strengths.

Menurut tiga pakar ini, berikut kesalahan terbesar yang dilakukan seseorang dalam membuat resume.

 

1. Tulisan berantakan dan tak profesional

Nicolai berkata bahwa ia melihat begitu banyak resume yang ditulis dengan font tidak standar dan kekanak-kanakan.

Selain itu, konten dari resume juga banyak yang mengandung typo serta informasinya sendiri sudah tidak relevan.

Selain itu, hal yang ‘malas’ dan sering ditemui pada resume adalah membeberkan deretan tanggungjawab pada pekerjaan lama.

Tanggungjawab pada pekerjaan lama adalah hal ideal yang diharapkan pada seseorang namun bukan berarti orang itu melakukannya.

Lebih baik Anda menjelaskan pekerjaan macam apa yang Anda lakukan ketimbang hanya memaparkan daftar tanggungjawab yang seharusnya Anda lakukan (padahal kenyataannya belum tentu dilakukan).

 

2. Melupakan media sosial

Salah satu kesalahan besar dalam resume orang di dunia modern ini adalah melupakan media sosial.

Ada berbagai media sosial yang bisa ‘diintip’ oleh perusahaan. Salah satu contoh yang paling terkenal dalah LinkedIn.

Perusahaan bisa melihat ringkasan resume Anda yang lebih lengkap di media sosial.

Anda juga sebenarnya berkesempatan lebih besar untuk memikat calon bos dengan membuat profil yang menarik serta meyakinkan.

 

Jika Anda tidak memasukkan profil media sosial di resume, calon bos tidak bisa tahu lebih banyak soal Anda.

Namun yang harus diingat adalah Anda juga harus mengisi media sosial dengan hal-hal mendidik.

Jangan sampai isi dari media sosial Anda justru hal-hal negatif sehingga perusahaan yang hendak memanggil Anda untuk wawancara jadi ciut.

 

3. Memasukkan terlalu banyak informasi

Less is often more. Sedikit itu bisa berarti banyak. Memasukkan terlalu banyak pengalaman dan semua pencapaian dalam satu resume bukanlah ide baik.

Anda tak perlu memasukkan data yang sudah tak relevan atau sama sekali tak ada hubungannya dengan posisi yang dilamar.

Misal, Anda pernah memenangkan lomba mewarnai saat SD atau lomba menyanyi ketika SMP.

Jika kemampuan itu tak ada hubungannya dengan posisi yang Anda lamar, jangan masukkan.

Hal itu hanya membuat resume Anda terlihat tidak fokus dan terlalu penuh dengan informasi yang tak penting.